KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Tanaman Hias
Bunga.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Tanaman Hias Bunga ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Tanaman Hias Bunga ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang 1
B. Rumusan
masalah 1
C. Tujuan
masalah 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Macam macam
jenis tanaman hias 3
B. Cara
Budidaya Tanaman Hias 6
C. Syarat
tumbuh tanaman hias 7
D. Manfaat
tanaman hias 8
E. Hama Dan Penyakit 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aglaonema atau sri rejeki dijuluki
dengan “ratu daun”. Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari
kata “aglaos” dan “nema/nematos” yang artinya terang
/mengkilap Tanaman ini masih satu famili dengan talas-talasan
(Aracaeae) serta kerabat dekat dengan Spathipyllum dan Philodendron.
Penyebaran utama di Asia Tenggara
meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Brunai
Darussalam, dan Myanmar. Kemudian tanaman ini menyebar ke Cina, Florida, dan
Amerika.Sebagai tanaman air yang populer di berbagai belahan dunia, teratai
berfungsi sebagai elemen estetis penataan eksterior. Sosoknya yang anggun
memang mampu menambah asri suasana. Keistimewaan lain, teratai merupakan
tanaman yang banyak menyuntikkan insiprasi pada kaum penyair maupun penggubah
lagu. Selebihnya, berbagai bangsa di muka bumi menempatkan tumbuhan air ini
dalam posisi sarat nilai. Penduduk Mesir misalnya, menjadikan teratai sebagai
lambang nasionalnya.
Sejarah Mesir memang sudah
mengenal teratai sejak lama. Dalam astrologi, masyarakat Mesir Kunomenggunakan
bentuk teratai sebagai simbol matahari terbit. Mekar dan kuncupnya teratai jadi
patokan pergantian siang dan malam. Oleh
karena itu, akan dibahas mengenai periodisasi mekar dan menguncupnya bunga
teratai dan juga hubungannya dengan lingkungannya.
Sama seperti makhluk
hidup lainnya, tanaman hias juga melakukan perkembangbiakan. Perkembangbiakan
ini bertujuan untuk melestarikan keturunannya. Tetapi seiring dengan
perkembengan zaman, manusia bertambah banyak sehingga sebahagian besar tanaman
tidak bisa melakukan pelestarian. Hal ini di karenakan lahan semangkin sempit,
sudah habis untuk bangunan kepentingan manusia dan beberapa tanaman menjadi
terabaikan, ataupun punah dan menjadi langkah atau sulit untuk mendapatkannya.
Masing – masing cara
mempunyai jenis dan langkah berbeda, serta kelebihan dan kelemahannya
masing-masing. Sebelum memilih cara apa yang akan kita gunakan untuk
memperbanyak tanaman hias, apakah sekedar memperbanyak saja untuk mendapatkan
sifat yang sama dengan induknya atau memang ingin mendapatkan varietas baru
yang sifat keturunannya berbeda dari induknya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membudidayakan
tanaman hias anglonema dan teratai ?
2. Apa saja jenis tanaman
hias ?
3. Apa sajakah alat dan
bahan yang digunakan untuk menanam tanaman hias ?
4. Bagaimana cara kerja
menanam tanaman hias ?
C. Tujuan
1. Mengetahui cara
budidaya tanaman hias anglonema dan teratai!
2. Mengetahui alat dan
bahan budidaya tanaman hias !
3. Mengetahui cara kerja
budidaya tanaman hias !
4. Mengetahui manfaat
tanaman hias !
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Macam-macam tanaman
hias bunga
1. Aglonema (sri rejeki)
Aglaonema merupakan salah satu tanaman yang pernah populer di akhir tahun
2010-an.bersama dengan tanaman anthurium.Tanaman yang juga dikenal dengan nama
sri rejeki ini terasuk kedalam suku talas talasan. Terdapat beberapa varietas
tanaman aglaonema yang dapat dijadikan hiasan di teras rumah,Diantaranya
seperti commutatum , brevispathum , costatum. Adapun perawatan tanaman ini
cukup mudah yaitu dengan menggunakan pot dengan media tanam sekam bakar. Adapun
tempat yang paling cocok untuk menaruh tanaman aglaonema adalah tempat yang
tidak terlalu panas atau tidak terlalu banyak terkena sinar matahari
secaralangsung
2. Teratai
Teratai sendiri memiliki banyak jenis. Ada teratai (Nymphaea)
atau water lily . Tanaman ini berdaun lebar dan memiliki
kelopak bunga yang indah. Ada pula lotus (Nelumbo nucifera), yang mirip
teratai tapi berbatang jangkung dan tak kalah indah.
Bila Anda menyukai dan ingin menanam teratai,
sebenarnya tidak sulit dan dapatdilakukan seorang diri di rumah. Anda dapat
menanam di dalam pot, tempayan, pinggir empang, atau kolam kecil. Yang harus
dilakukan adalah siapkan media berupa lumpur atau tanah merah
3. Adenium
Adenium atau Kamboja Jepang (nama kamboja jepang sendiri sebenarnya
menyesatkan, karena dapat diidentikkan dengan kamboja, yang banyak ditemui di
areal pemakaman. Sedangkan embel-embel kata jepang seakan-akan bunga ini
berasal dari Jepang, padahal Adenium berasal dari Asia Barat dan Afrika) berasal dari daerah
gurun pasir yang kering, dari daratan asia barat sampai afrika.
Sebutannya disana adalah Mawar Padang
Pasir (desert rose). Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini tumbuh
lebih baik pada kondisi media yang kering dibanding terlalu basah. Disebut
sebagai adenium, tanaman ini dinamakan adenium karena salah satu tempat asal
adenium adalah daerah Aden (IbukotaYaman).
Sebenarnya kamboja adalah jenis
Plumeria, kerabat jauh dari Adenium. Beberapa perbedaan antara Adenium dengan
Plumeria adalah sebagai berikut :
· Adenium berbatang
besar dengan bagian bawah menyerupai umbi, namun sosok tanamannya sendiri kecil
dengan daun kecil panjang. Akar adenium juga dapat membesar menyerupai umbi.
· Plumeria berbatang
kecil memanjang tanpa bentuk umbi, dengan sosok tanaman yang besar dan dapat
tumbuh tinggi, dengan bentuk daun panjang dan besar.
4. Orchidaceae
Suku anggrek-anggrekan (bahasa Latin: Orchidaceae) merupakan satu sukutumbuhan berbunga dengan anggota
jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga
wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah
tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagaiepifit, terutama yang
berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup
di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadapmusim dingin. Organ-organnya yang
cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi
tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara
lembap. Orchidaceae adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Anggrek, kereta api eksekutif yang melayani Surabaya Pasar Turi-Gambir.
Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias sertavanili.berkelopak bunga
indah dan berwarna-warna
3. Mawar
Mawar adalah suatu jenis tanaman
semak dari genus Rosa sekaligus namabunga yang dihasilkan
tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di
belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman
semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2
sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di
tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya
antara 5–15 cm dengan dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri
dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula)
berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada
ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya
bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya
beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun
hijau sepanjang tahun
B. Cara Budidaya Tanaman
Hias
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
budidaya tanaman hias adalah :
1. Media Tanam: yang terdiri dari
wadah atau pot tanaman dan juga tanah yang merupakan unsur pokok dalam
penanaman. Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap tanaman, jadi sebaiknya
perhatikan kesesuaian antara media tanam dengan jenis tanaman yang
akan di tanam.
2. Pemilihan tanaman :pilihlah tanaman yang cukup
mudah dalam perawatannya agar memudahkan pekerjaan anda. Setiap tanaman
memiliki karakterstik yang berbeda dalam perawatan dan bisa juga sangat
sensitif
3. Perawatan : perawatan
tanaman hias terdiri dari penyiraman dan pemupukan tanaman .Siram tanaman
secukupnya untuk menghindari pembusukan pada akar.Gunakan pupuk kompos untuk
pemupukan .Bila sulit dilakukan ,anda juga bisa menggunakan Pupuk
pabrik.Seperti pupuk NPK .Perawatan dapat dibagi menjadi :
a. Perawatan Harian :
Penyiraman
b. Perawatan Mingguan :
Penyiaman dengan mencabut rumput (Gulma ) yang dapat mengganggu pertumbuhan
tanaman hias.
c. Perawatan bulanan:
Pemupukan, Setiap satu bulan. Tahap-tahap pemupukan sebagai berikut :
· Ambil pupuk secukupnya
· Tanam pupuk pada tanah
sedalam 1cm
· Tutup lubang, tunggu
beberapa saat samapai pupuk bereaksi. Pupik akan bereaksi sekitar 10 menit.
a) Perawatan tahunan :
perawatan ini dapat berupa penggantian pot atau wadah tanaman yang telah rusak
b) Perawatan insidental :
perawatan ini merupakan perawatan yang dilakukan secara tiba-tiba. Biasanya
perawatan dilakukan karena adanya hama atan penyakit yang menyerang tanaman.
c) Tempat
Usahakan tanaman tidak
terlalu sering terkena sinar matahari, buatlah air berperan penting terhadap
tanaman, karena berguna untuk mengontrol suhu saat udara panas. Oleh karena itu
penyiraman sangat berpengaruh terhadap kehidupan tanaman, kekurangan dan bahkan
terlambat meniram tanaman berdampak layu pada tanaman. Layu pada daun
disebabkan oleh penguapan dalam sel tanamanakibat kekurangan kadar air dan
akibat suhu udara disekitar daerah yang panas. Penyiraman terlalu banyak, juga
berdampak buruk terhadap tanaman apalagi tanama dalam pot. Ini akan membuat
media tanam menjadi lumpur lebih lama sehingga membuat akar tanaman membusuk.
C. Syarat tumbuh tanaman
hias
1. Ketinggan tempat
tumbuh(500-700 dpl)
Pada
daerah tropis ketinggian tempat tumbuh sangat berkaitan dengan suhu. Semakin
tinggi tempat tumbuhnya, semkin rendah suhunya. Tempat tumbuh berdasarkan
ketinggian terbagi atas dataran tinggi dan dataran rendah. Dataran tinggi
adalah tempat tumbuh tanaman yang melebihi 700 m dpl; sedangkan dataran rendah
adalah tempat tumbuh tanaman di bawah 700 m dpl. Pada umumnya tanaman yang bisa
tumbuh di dataran tinggi dapat juga tumbuh di datara rendah namun tidak
sebaliknya.
2. Suhu
Toleransi
suhu setiap jenis tanaman berbeda-beda, bisa dikategorikan suhu minimum,
optimum, dan maksimum. Pada suhu minimum dan maksimum bisa dikatakan tumbuhan
bisa hidup pada suhu tersebut, walaupun pada fisiologinya telah menurun,
sedangkan suhu optimum adalah suhu yang baik untuk tanaman untuk tumbuh secara
optimal. Tanaman biasa hidup di suhu optimum jika di pindah di suhu minimum
atau maksimum namun akan mengalami stress terlebih dahulu walaupun selanjutnya
bisa hidup.
3. Kelembaban
Kebutuhan
tanaman akan kelembaban berbeda dengan kebutuhan akan air. Kelembaban merupakan
presentase kandungan air di udara, sementara itu, pasokan air merupakan
kebutuhan tanaman akan air yang terkandung di dalam tanah atau media tanam.
Kelembaban dipengaruhi oleh faktor lingkungan iklim setempat. Seperti curah
hujan dan iklim. Jarak tanaman, penempatan tanaman dapat mempengarui
kelembaban, misalnya tanaman di pot tunggal berbeda dengan tanaman pot secara
kelompok.
4. Cahaya (10%-30%)
Setiap
tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintetis, durasi dan
intensitas pencahayaan merupakan faktor yang harus di perhatikan untuk
pertumbuhan tanaman. Tanaman di daerah tropis membutuhkan cahaya Jam/hari.
Sedangkan untuk tanaman hias bisa menggunakan cahaya buatan seperti lampu
tabung TL
(tube luminescence) lampu TL(day light).
(tube luminescence) lampu TL(day light).
5. Air
Tanaman
tanpa air pasti akan mati,kebanyakan air pun juga akan mati,kecuali tanaman
memang hidu dihabitatnya .Air berfungsi sebagai media transportasi dan menjaga
kelembapan udara tanaman dan media tanam. Secara alami tanaman dapat memperoleh
air dari pengembunan maupun hujan.Setiap tanaman membutuhkan kadar air yang
berbeda beda tergantung pada ukuran tanaman,ukuran pot/media dan keadaan
lingkungan .
6. Pupuk
Cahaya
,air,mineral, adalah tiga hal penting yang dibutuhkan tanaman untuk reproduksi
makanannya sendiri .Tanah mampu memberikan mineral untuk tumbuh
tanaman ,namun penambahan mineral seperti pemupukan yang tepat juga menjadi
alternatif agar menghasilkan tanaman yang sehat dan segar .Pupuk terdiri atas
pupuk Anorganik (Kimia) dan organik (Kompos).Unsur makro yanng dibutuhkan
tanaman diantaranya ,Nitrogen (n) , Posfor (p) ,dan kalium (k). Sedangkan unsur
mikro diantaranya Magnesium (mg) ,mangan (Mn),Zeng (Zn) dan besi (Fe).
D. Manfaat tanaman hias
o Mengurangi debu dalam ruangan.
o Tidak membuat mengantuk.
o Menyegarkan ruangan.
o Obat keluarga.
o Menumbuhkan nafsu makan.
o Menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
o Penyejuk ruangan alami .
o Menyimpan cadangan air.
o Sebagai aroma terapi.
o Menyehatkan mata .
o Membunuh bakteri.
o Meredakan hidung mampet.
o Mengobati batuk.
o Mengatasi stress.
E. Hama Dan Penyakit
Hama adalah hewan pengganggu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda diantaranya ;
·
Ulat – hama ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp dan ada juga
yang menyerang batang, yaitu Noctuidae
·
Kutu putih (kutu kebul) – kutu ini sering menyerang aglaonema di dataran
rendah dibanding di dataran tinggi. Kutu putih menyerang batang dan daun bagian
bawah, kutu tersebut mengisap cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun
·
Belalang – belalang menyerang tanaman aglaonema sama hal nya dengan ulat,
yaitu menyerang daun
·
Kutu sisik – hama ini menyerang daun, pelepah, batang dan bunga, bentuknya
seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil, kutu sisik ini dapat menyebabkan
daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati
·
Kutu Perisai – kutu ini menyerang bagian daun, kutu ini biasanya terdapat
koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun, kutu ini memiliki bentuk
seperti perisai pada bagian punggungnya
·
Root mealy bugs – menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu
putih, tanaman menjadi kurus, kerdil, daunya mengecil dan layu
·
Penyakit – penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2
patogen,
yaitu cendawan dan bakteri.
Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit pada umumnya lebih banyak dibanding bakteri, berikut penyakit yang biasanya menyerang aglaonema:
Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit pada umumnya lebih banyak dibanding bakteri, berikut penyakit yang biasanya menyerang aglaonema:
· Layu fusarium, gejala
serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi coklat
keabuan lalu tanggkainya membusuk, penyebabnya adalah media yang selalu basah
sehingga media tanam ber-pH rendah, yang kondisi tersebut membuat Fusarium
oxysporium leluasa berkembang.
· Layu Bakteri, ditandai
dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap
· Busuk Akar, ditandai
dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu,
akarnya berwarna coklat kehitaman, yang disebabkan media terlalu lembab
sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembang
· Bercak daun, yang
disebabkan oleh cendawan, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak pada daun yang
lama kelamaan membusuk
· Virus, pada aglaonema
ditandai dengan daun yang berubah menjadi kekuningan atau menjadi keriting,
perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan
lainnya pada daun, virus susah ditanggulangi, perawatan dan pengendalian
lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hal-hal yang harus di perhatikan dalam budidaya TAMANAN HIAS BUNGA adalah:
1. Media Tanam: yang terdiri dari wadah
atau pot tanaman dan juga tanah yang merupakan unsur pokok dalam
penanaman. Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap tanaman, jadi sebaiknya
perhatikan kesesuaian antara media tanam dengan jenis tanaman yang yang akan di
tanam.
2. Pemilihan tanaman: Pilihlah tanaman yang
cukup mudah dalam perawatannya agar memudahkan pekerjaan anda. Setiap tanaman
memiliki karakterisik yang berbeda dalam perawatan dan juga bisa sangat
sensitife.
3. Perawatan: perawatan tanaman hias
terdiri dari penyiraman dan pemupukan tanaman. Siram tanaman secukupnya untuk
menhindari pembusukan pada akar tanaman. Gunakan pupuk kompos untuk pemupukan,
bila sulit anda juga bisa menggunakan pupuk buatan pabrik.
4. Tempat: Usahakan tanaman tidak terlalu
seing terkena sinar matahari, buatlah semacam peneduh
dari jaring -jaring untuk atap tanaman anda.
a. Air juga sangat berperan
penting terhadap tanaman, karena air berguna untuk mengontrol suhu saat udara
panas. Oleh karena itu penyiraman sangat berpengaruh terhadap kehidupan
tanaman, kekurangan dan bahkan terlambat menyiram tanaman berdampak layu.
B. Saran
Kita perlu mengetahui
lebih banyak macam – macam tanaman hias dan manfaatnya . dan dapat memperindah
halaman rumah kita .Perlu adanya sosialisai kepada masyarakat luar
mengenai hasil-hasil yang tepat kegunaannya.Para petani dan juga masyarakat hendaknya
dapat menjaga dan membudidayakan jenis TAMANAN HIAS BUNGA di Indonesia tetap
terjaga .
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar